Opini : Analisis Kualitas Lingkungan
By : Veni Aria Ningsih, Amd.Keb
Dalam undang – undang no 23 tahun 1997
tentang pengelolan lingkungan hidup, Lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang
dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, temasuk manusia dan
prilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan
manusia serta makhluk hidup lain. Berangkat dari sini saya memandang bahwa
lingkungan merupakan aspek/komponen penting dalam keberlangsungan kehidupan
manusia dan ekosistem yang ada didalamnya, baiknya kualitas lingkungan akan
berdampak pada baiknya kualitas kesehatan dan pada akhirnya berdampak pada
baiknya kualitas kehidupan manusia dan alam.
Sebaliknya,
buruk nya lingkungan tentu akan berpengaruh terhadap buruknya kualitas
kesehatan, udara dan tentunya akan berpengaruh buruk terhadap kualitas
kehidupan masyarakat. Sangat jelas dalam ingatan kita bagaimana beberapa bulan
yang lalu, kita khususnya diwilayah RIAU sangat menderita akibat terjadinya
kebakaran hutan. Kebakaran hutan mengakibat kan kabut asap yang tentunya
mempengaruhi kualitas udara. Dimana akibat dari kabut asap ini mengakibatkan
angka ISPU (indeks standar pencemaran udara) dengan angka 176 – 251 PSI ini
termasuk dalam kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat, tentu ini akan
mengakibatkan berbagai aktivitas baik transportasi terganggu, dan yang paling
nyata adalah timbulnya berbagai macam penyakit seperti ispa dan sebagainya.
Tidak
hanya kabut asap sampah juga merupakan permasalahan yang banyak dihadapi oleh
suatu daerah, sampah memang sudah menjadi fenomena dan permasalahan rutin
diberbagai daerah. Kata “Sampah” dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah benda yang dibuang karena
tidak terpakai lagi dan sebagainya; kotoran seperti daun, kertas dan sebagainya.
Sebagaimana kita ketahui sampah plastik baru bisa hancur dengan sendirinya
dalam jangka ribuan tahun, dan fenomena membuang sampah sembarangan telah
menjadi kebiasaan masyarakat saat ini. Dalam hal ini saya melakukan analisis
kondisi sampah dilingkungan tempat tinggal saya di Kota Selatpanjang Kabupaten
Kepulauan Meranti, saya melihat penanganan sampah sudah cukup baik, namun masih
banyak terdapat kekurangan – kekurangan antara lain tempat pembuangan sampah
masih ada ditengah pusat kota dimana masih banyak terdapat sampah-sampah,
padahal disana dekat dengan lokasi sekolah, kantor pemerintahan, tentu banyak
dilalui oleh masyarakat. Kondisi ini jika tidak mendapat penanganan yang benar
dan cepat akan menimbulkan persoalan lingkungan, seperti penyakit DBD, Diare
dan sebagainya. Tidak hanya disana dilingkungan lain dibeberapa tanah kosong
juga dijadikan tempat pembuangan sampah yang illegal. Meski telah banyak
tulisan tentang larangan membuang sampah masih juga terjadi pembuangan sampah
disekitar tempat tersebut, padahal lingkungan tersebut banyak dilalui oleh
masyarakat umum. Saya sempat menumui seorang warga bernama Edy Afrianto Ama
dari keterangan beliau mengatakan bahwa “mereka
sudah berulang kali mengingatkan kepada para pembuang sampah agar jangan
membuang sampah sembarangan, menurut edy saya sudah lelah untuk menyampaikan
tulisan – tulisan agar jangan membuang sampah ditempat kami ini, sampai
kata-kata kasar pun sempat saya tuliskan, namun demikian tidak terjadi
perubahan yang berarti, selanjutnya edy cuma bisa berharap bahwa ada solusi
terbaik atas permasalah sampah dilingkungan nya.
Saya
sangat perihatin dengan kondisi seperti ini karena persoalan sampah membuat
lingkungan kita yang tadinya bersih, cantik, dan nyaman menjadi bau, buruk dan
mengganggu pemandangan. Saran saya untuk persoalan ini adalah sebaiknya ada
tindak lanjut yang cepat dari pemerintah daerah, seperti dengan merevitalisasi
tempat pembuangan sampah menjadi taman – taman tempat rekreasi masyarakat,
selanjutnya perlu nya sosialisasi bagaimana melaksana Pola Hidup Bersih dan
Sehat (PHBS) oleh Instansi Pemerintah, LSM, dan Organisasi Lainnya., serta tak
kalah penting adalah pentingnya menimbulkan kesadaran dari masyarakat untuk
tidak membuang sampah Sembarangan demi kecantikan dan keindahan kota sagu kita
tercinta***


No comments:
Post a Comment