Showing posts with label Media Sosial. Show all posts
Showing posts with label Media Sosial. Show all posts

Wednesday, 10 January 2018

OPINI: ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN

Opini : Analisis Kualitas Lingkungan
By : Veni Aria Ningsih, Amd.Keb

Dalam undang – undang no 23 tahun 1997 tentang pengelolan lingkungan hidup, Lingkungan hidup merupakan kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, temasuk manusia dan prilakunya yang mempengaruhi kelangsungan perikehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup lain. Berangkat dari sini saya memandang bahwa lingkungan merupakan aspek/komponen penting dalam keberlangsungan kehidupan manusia dan ekosistem yang ada didalamnya, baiknya kualitas lingkungan akan berdampak pada baiknya kualitas kesehatan dan pada akhirnya berdampak pada baiknya kualitas kehidupan manusia dan alam.
Sebaliknya, buruk nya lingkungan tentu akan berpengaruh terhadap buruknya kualitas kesehatan, udara dan tentunya akan berpengaruh buruk terhadap kualitas kehidupan masyarakat. Sangat jelas dalam ingatan kita bagaimana beberapa bulan yang lalu, kita khususnya diwilayah RIAU sangat menderita akibat terjadinya kebakaran hutan. Kebakaran hutan mengakibat kan kabut asap yang tentunya mempengaruhi kualitas udara. Dimana akibat dari kabut asap ini mengakibatkan angka ISPU (indeks standar pencemaran udara) dengan angka 176 – 251 PSI ini termasuk dalam kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat, tentu ini akan mengakibatkan berbagai aktivitas baik transportasi terganggu, dan yang paling nyata adalah timbulnya berbagai macam penyakit seperti ispa dan sebagainya.

    Kondisi Tempat Pembuangan Sampah di tengah kota yang sangat memprihatinkan

Tidak hanya kabut asap sampah juga merupakan permasalahan yang banyak dihadapi oleh suatu daerah, sampah memang sudah menjadi fenomena dan permasalahan rutin diberbagai daerah. Kata “Sampah” dalam  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi dan sebagainya; kotoran seperti daun, kertas dan sebagainya. Sebagaimana kita ketahui sampah plastik baru bisa hancur dengan sendirinya dalam jangka ribuan tahun, dan fenomena membuang sampah sembarangan telah menjadi kebiasaan masyarakat saat ini. Dalam hal ini saya melakukan analisis kondisi sampah dilingkungan tempat tinggal saya di Kota Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti, saya melihat penanganan sampah sudah cukup baik, namun masih banyak terdapat kekurangan – kekurangan antara lain tempat pembuangan sampah masih ada ditengah pusat kota dimana masih banyak terdapat sampah-sampah, padahal disana dekat dengan lokasi sekolah, kantor pemerintahan, tentu banyak dilalui oleh masyarakat. Kondisi ini jika tidak mendapat penanganan yang benar dan cepat akan menimbulkan persoalan lingkungan, seperti penyakit DBD, Diare dan sebagainya. Tidak hanya disana dilingkungan lain dibeberapa tanah kosong juga dijadikan tempat pembuangan sampah yang illegal. Meski telah banyak tulisan tentang larangan membuang sampah masih juga terjadi pembuangan sampah disekitar tempat tersebut, padahal lingkungan tersebut banyak dilalui oleh masyarakat umum. Saya sempat menumui seorang warga bernama Edy Afrianto Ama dari keterangan beliau mengatakan bahwa “mereka sudah berulang kali mengingatkan kepada para pembuang sampah agar jangan membuang sampah sembarangan, menurut edy saya sudah lelah untuk menyampaikan tulisan – tulisan agar jangan membuang sampah ditempat kami ini, sampai kata-kata kasar pun sempat saya tuliskan, namun demikian tidak terjadi perubahan yang berarti, selanjutnya edy cuma bisa berharap bahwa ada solusi terbaik atas permasalah sampah dilingkungan nya.

Saya sangat perihatin dengan kondisi seperti ini karena persoalan sampah membuat lingkungan kita yang tadinya bersih, cantik, dan nyaman menjadi bau, buruk dan mengganggu pemandangan. Saran saya untuk persoalan ini adalah sebaiknya ada tindak lanjut yang cepat dari pemerintah daerah, seperti dengan merevitalisasi tempat pembuangan sampah menjadi taman – taman tempat rekreasi masyarakat, selanjutnya perlu nya sosialisasi bagaimana melaksana Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) oleh Instansi Pemerintah, LSM, dan Organisasi Lainnya., serta tak kalah penting adalah pentingnya menimbulkan kesadaran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah Sembarangan demi kecantikan dan keindahan kota sagu kita tercinta***

  

Tuesday, 7 February 2017

Seputar "Meme"

"Meme"??? Ya terdiri dari dua huruf yang diulang namun sangat populer di media sosial. Tak sengaja muncul lah naluri kepoers saya untuk mencari pengertian nya, ya tahukah anda meme ini sebenarnya berasal dari kata mimema dalam bahasa inggris namun aslinya berasal dari bahasa yunani yang berarti tiruan atau imitasi. Meme di internet adalah sesuatu yang menjadi terkenal karena internet. Biasanya tercipta saat seseorang membuat atau mengunggah sesuatu dan menyebar secara luas. Namun bukan itu yang hendak saya kemukan disini. Saya lebih akan mengemukakan terkait isi dapur dan isi dompet kita, hehe... maksudnya terkait kenaikan harga dan daya beli, terus apa hubungan nya dengan meme diatas.??? Sabar sabar, cabe memang pedas tapi fikiran harus tetap cerdas. Kenaikan harga dan rendahnya daya beli menjadi pemberitaan di berbagai media saat ini. Seperti kenaikan harga cabe, isu kenaikan biaya STNK, dan lain sebagainya yang jika disebutkan satu persatu membuat pembaca mungkin mengenyutkan kening. Tapi itulah yang belakang ini kita lihat baik kita menyalakan tv, maupun smartphone kita. Berita-berita hangat tentang harga cabe vs kenaikan biaya STNK. Bukan vs sih sebenarnya tapi kolaborasi mungkin yang lebih tepat, kenpa demikian? Tentu ini terkait meme yang sedang viral dimedsos saat ini. Kenaikan harga cabe belakangan ini telah menjadi pemberitaan bagi banyak media. Tidak hanya media penyiaran dan cetak tapi juga oleh media sosial. sebagai contoh baru-baru ini sedang viral dimedia sosial "meme" kenaikan harga cabe. kira - kira begini lah tulisannya. kalau harga cabe mahal tanam sendiri cabe dirumah. Meme ini menjadi viral tentunya bukan tanpa alasan ini terkait dengan komentar dari pejabat ketika diwawancarai oleh wartawan mengenai naiknya harga cabe. Saya pun ikut tertawa melihat komentar seorang pejabat seperti itu. Apakah ini sebuah bentuk keputusasaan ataukah sebuah solusi yang saya fikir saat itu bertujuan untuk mendidik kemadirian rakyat. Entahlah mungkin hanya pemrintah yang tau jawabannya.

Belum selesai sampai disitu muncul lagi berita tentang kenaikan biaya STNK tentu ini menambah beban pengeluaran dompet kita yang tak seberapa ini. untungnya ketika ditanya mengenai isu kenaiakan biaya STNK kali ini pihak terkait tidak menjawab seperti yang dijawab seperti diatas. Namun uniknya pihak yang terkait seperti bermain volly saling melempar bola. Entahlah kali ini saya tidak ingin terlalu berkomentar panjang. Karena tentunya kita sudah melihatnya dimedia.

Begitulah media sosial. Selalu menawarkan sisi lain dalam menanggapi sebuah isu. Setidaknya memberikan sedikit senyum lewat meme-nya dalam kondisi ekonomi yang belum kunjung membaik. Namun perlu diingat berilah info yang benar dan santun dimedia. Sebagai penutup saya ingin mengutip sedikit ungkapan "hanya orang yang berada dalam kebenaranlah orang yang bebas". ***